Kamis, 08 Maret 2018

Uni Eropa dan Indonesia Sepakat Memerangi Ujaran Kebencian

Jakarta (WartaMerdeka) - Indonesia dan Uni Eropa sepakat bekerjasama memerangi berita bohong dan ujaran kebencian. Demikian siaran pers dari Kementerian Luar Negeri RI, yang diterima media di Jakarta, pekan ini. Ketua delegasi Uni Eropa David Daly dan ketua delegasi Indonesia Dicky Komar, pada Dialog HAM RI-Uni Eropa ke-7, menekankan perlunya kedua pihak memperkuat kerja sama dan bertukar pengalaman dalam memerangi berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian.

Kedua pihak berpandangan, bentuk kejahatan tersebut mengancam kemajuan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). Namun, tetap harus ditangani dengan memperhatikan keseimbangan, antara ketentuan umum dan penghormatan hak menyampaikan pendapat.
Kedua pihak juga sepakat untuk melakukan sejumlah tindak lanjut kerja sama di tingkat teknis. Termasuk penguatan kapasitas aparat penegak hukum Indonesia dan negara-negara anggota Uni Eropa, dalam memerangi kejahatan ujaran kebencian maupun berita bohong.

Dicky Komar menyatakan, berita bohong dan ujaran kebencian merupakan tantangan bersama, di mana pihak Uni Eropa saat ini sedang mengimplementasi sejumlah penanganan serta kebijakan, untuk mengatasi kedua jenis kejahatan tersebut. Pemerintah Indonesia telah menempuh sejumlah upaya, baik dari segi hukum, pengedukasian publik maupun berbagai imbauan praktis, agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar di media sosial.

Delegasi Indonesia juga menyampaikan kembali harapan, agar Uni Eropa dapat memberikan kebijakan bebas visa Schengen kepada warga negara Indonesia (WNI), sebagaimana yang telah diberikan Uni Eropa kepada negara-negara ASEAN yang merupakan anggota commonwealth (sa) | Foto: Istimewa

0 komentar: