Rabu, 14 Maret 2018

Pengembangan Pesawat Tempur Generasi Kelima

F-22 Raptor Produksi Amerika Serikat
Bekasi, (WartaMerdeka) - Era Perang Dingin boleh saja dibilang sudah usai. Tetapi produksi industri peralatan perang terus menunjukkan dinamika yang tinggi. Dua negara utama produsen alat utama sistem persenjataan/Alutsista seperti Rusia dan Amerika Serikat beserta sekutunya tetap bersaing dalam memperkenalkan peralatan tempur, termasuk dalam hal ini keberadaan pesawat tempur.

Klasifikasi sebagai generasi kelima untuk pengembangan pesawat tempur moderen saat ini sedang ramai dikalangan industri kedirgantaraan internasional. Apa pastinya yang dimaksud dengan generasi kelima masih belum jelas benar.  Apakah dari keunggulan teknologi, kemampuan tempur atau aspek lainnya. Lockheed Martin mendefinisikan sebagai Pesawat tempur yang memiliki semua aspek teknologi siluman/stealth walaupun saat pesawat di persenjatai, sangat sulit di deteksi radar lawan atau low probability of intercept radar (LPIR), kerangka pesawat dengan kualitas tinggi, penampilan avionik yang moderen, dan memiliki sistem komputer yang terintegrasi tinggi serta berkemampuan berintegrasi dengan elemen lainnya didalam ruang tempur untuk kesiagaan operasi.

Pesawat tempur generasi kelima yang ada saat ini hanyalah F-22 Raptor dari Lockheed Martin, yang mulai digunakan oleh pihak AU Amerika Serikat pada 2005; F-35B Lightning II dari  Lockheed Martin, yang digunakan oleh Korps Marinir Amerika Serikat sejak t2015; F-35A Lightning II dari Lockheed Martin, yang digunakan AU Amerika Serikat sejak 2016; dan Chengdu J-20, yang digunakan oleh AU Tentara Pembebasan Rakyat Cina sejak Maret 2017. Sedangkan pesawat serupa yang masih dalam pengembangan dengan berbagai tahapan antara lain; Lockheed Martin F-35C Lightning II, Sukhoi Su-57, HAL AMCA, TAI TFX, Shenyang J-31, dan Mitsubishi X-2 Shinshin.

Pengembangan
Pesawat dengan teknologi siluman/stealth yang ada saat ini seperti pesawat pembom B-2 Spirit dan F-117 Nighthawk, mengurangi active electronically scanned array (AESA) radars, jaringan data low probability of intercept (LPI), kemampuan terbang dan juga silengkapi senjata untuk pertempuran udara. Di awal 1970an Amerika Serikat telah mengembangkan berbagai rancangan yang menuju pada teknologi stealth, kecepatan jelajah dan manuver untuk pesawat tempur, terutama untuk peperangan di udara.  Hasilnya berupa pesawat tempur dengan teknologi stealth F-22.  Sementara untuk pesawat pembom F-117 selanjutnya perlu di evaluasi lagi setelah kejadian Maret 1999 di Yugoslavia, dimana sebuah F-117 yang di awaki oleh Letnan Kolonel Dale Zelko dapat ditembak jatuh oleh senjata penangkis udara Serbia S-125 Neva.  Menurut pihak Amerika, radar pertahanan udara Serbia masih menggunakan teknologi 1950-1960an.  Diperkirakan F-117 dapat terdeteksi saat membuka palka persenjataannya (weapons bay).

Pihak Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) lebih tertarik mengembangkan pesawat tempur untuk kebutuhan mereka. Maka dikembangkanlah pesawat tempur taktis yang kemudian diberi kode F-35 yang diproduksi oleh pabrikan Lockheed Martin. Lalu siapa saja yang sudah siap dengan konsep maupun purwa rupa pesawatvtempur generasi ke-5 saat ini.

Rusia
Rusia dikenal dengan pesawat tempur Mikoyan MiG dan Sukhoi,  sudah di operasikan oleh beberapa negara diberbagai benua. Untuk memenuhi kebutuhan generasi pesawat tempur berikutnya, sejak akhir era 1980an telah dipikirkan untuk membuat pesawat pengganti pesawat tempur generasi keempat diantaranya Mikoyan MiG-29 dan Sukhoi Su-27. Terdapat dua proyek untuk menuju kepada terciptanya pesawat tempur generasi kelima, yaitu pesawat tempur generasi ke-4++; Sukhoi Su-47 dan Mikoyan Project 1.44 (dimana kemudian MiG-35 dimodernisasi menjadi pesawat generasi ke-4++). Pada 2002, Sukhoi dipercayai untuk pengembangan rancang bangun pesawat tempur generasi ke-5 tersebut. 

Hasilnya adalah pesawat tempur multi-peran berawak tunggal dan bermesin ganda Sukhoi Su-57. Rancang bangun Su-57 diharapkan mampu untuk berkompetisi dengan kemampuan pesawat tempur produksi Amerika Serikat  F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.

Selain itu, pihak Rusia juga mengembangkan pesawat tempur siluman multi-peran yang lebih ringan Mikoyan LMFS (MiG-1.27) oleh pabrik pesawat Mikoyan. Pesawat ini mengambil rancang bangun jet tempur MiG-1.44 yang programnya dibatalkan.

Pesawat Cheng Du produksi Cina
Cina
Di era 1990an, Cina berupaya mengembangkan pesawat tempur generasi kelima melalui program yang diberi kode J-XX atau XXJ. Program jet tempur ini kemudian dikenal dengan nama pesawat Chengdu J-20, dimana pada akhir 2010 dua prototype diuji pada landas pacu untuk kecepatannya. Dan, penerbangan perdana dilakukan pada 11 Jnuari 2011.  Lalu pada 26 Desember 2015, pesawat J-20 dengan nomor seri 2101 terlihat meninggalkan pabrik Chengdu Aviation Corporation. Dan pesawat bernomor 2101 tersebut melakukan penerbangan perdana pada 18 Januari 2016.

Program lain untuk jet tempur siluman yang dikembangkan oleh pihak Cina adalah Shenyang J-31 yang dikembangkan oleh pihak Shenyang Aircraft Corporation (SAC). J-31 telah melakukan penerbangan perdana 31 Okrober 2012 yang lalu.

India
HAL AMCA, pesawat tempur stealth generasi kelima India. Pengembangannya disebut sebagai HAL Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA), merupakan pesawat tempur stealth multi peran bermesin ganda dengan kemampuan super manuver. Dikembangkan dan dirancang oleh  Aeronautical Development Agency dan rencananya akan siproduksi oleh Hindustan Aeronautics Limited. DRDO mendefinisikan AMCA sebagai "platform Generasi ke-5+".  Pengembangannya secara tidak resmi sudah dimulai sejak  2008, dan secara resmi dimulai 2011, selesai pada 2014. Penerbangan perdana dijadwalkan dapat dilakukan antara 2023–2024 mendatang.

Program pengembangan pesawat tempur India lainnya adalah Sukhoi/HAL Fifth Generation Fighter Aircraft (FGFA), yang dikembangkan bersama dengan pihak Rusia. Merupakan turunan dari proyek Sukhoi Su-57 Rusia. FGFA yang awalnya dikembangkan hanya untuk kepentingan versi Angkatan Udara India, kini menjadi proyek kerja sama yang disebut sebagai Perspective Multi-Role Fighter (PMF).  FGFA memiliki empatpuluhan penyempurnaan dari Su-57, termasuk teknologi stealth, kecepatan jelajah, sistem sensor, jaringan dan avionik tempurnya.  Namun proyek ini telah mengalami empat tahun penundaan dengan berbagai isu.  Kesepakatannya, pembuatan produksi gelombang pertama akan dilakukan di Rusia, dan gelombang berikutnya akan dilakukan oleh pihak HAL di India.  Namun hingga kini masih belum ada berita yang pasti tentang kelanjutan kerja sama tersebut.

Jepang
Jepang telah berhasil membuat purwa-rupa jet tempur stealth yang dinamai Mitsubishi X-2 Shinshin, sebelumnya disebut sebagai ATD-X.  Jepang berupaya untuk mandiri dalam pemenuhan kebutuhan Tentara Bela Diri Udara-nya.  Selama ini Jepang sering mengalami hambatan untuk memperoleh Pesawat tempur canggih dari pihak negara produsennya.

Pada  2009, mock-up of the X-2 Shinshin dibuat untuk dilakukan penelitian radar cross section di Petancis. Purwa-rupa perama diluncurkan pada bulan Juli 2014 dan dilakukan penerbangan perdana pada  22 April 2016.

Turki
Turki tidak mau ketinggalan dalam pengembangan pesawat tempur generasi kelima dengan teknologi stealth, Turki telah memiliki konsep rancang bangun pesawat tempur generasi kelima yang disebut sebagai TAI TFX. Tahun 2011 pihak Türk Havacılık ve Uzay Sanayii AŞ (Turkish Aerospace Industries atau TAI) mengawali konsep rancang bangun senilai 20 juta Dolar Amerika. Saat Presiden Turki melakukan kunjungan kenegaran ke Swedia pada 13 Maret 2013, pihak TAI menanda tangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan Swedia, Saab AB untuk memberikan dukungan layanan rancang bangun bagi Turki untuk program TAI TFX.  Diperkirakan TAI TFX dapat terwujud pada tahun 2025.

SEPULUH BESAR (bukan urutan berdasar kemampuan atau kecanggihan).

**. HAL AMCA – India
Pesawatvtempur berawak tunggal dengan mesin ganda Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA) merupakan pesawat tempur generasi ke-5 ang sikembangkan pihak India. Di isukan merupakan gabungan teknologi danrancang bangun HAL Tejas, Sukhoi/HAL FGFA, Sukhoi Su-30MKI dan Dassault Rafale. Rancangan tidak resmi sudah dimulai dilakukan untuk AMCA. Pekerjaan perancangan AMCA dilakukan oleh Defence Research and Development Organization (DRDO) dan diharapkan selesai pada tahun 2018.

**. Shenyang J-31 (F-60) – Cina
Pesawat tempur Shenyang J-31, di isukan bernama “Gyrfalcon” atau Falcon Hawk merupakan pesawat tempur generasi kelima bermesin ganda yang dikembangkan oleh pihak Shenyang Aircraft Corporation. Pesawat ini disebut juga sebagai F-60 atau J-21 Snowy Owl. Dilakukan penerbangan perdana pada 31 Oktober 2012.

**. HAL Sukhoi PMF/FGFA – India & Rusia
Sukhoi/HAL Fifth Generation Fighter Aircraft (FGFA) merupakan pesawat tempur generasi ke-5 yang dikembangkan secara bersama oleh pihak India dan Rusia.  Merupakan perpanjangan dari proyek PAK FA (T-50) yang dikembangkan untuk Angkatan Udara India. FGFA merupakan sebutan awal untuk versi India, sementara untuk program kerja sama disebut sebagai Perspective Multi-Role Fighter (PMF). Menurut berita, kelengkapan PMF akan mencakup 43 jenis penyempurnaan dari konsep T-50, termasuk teknologi siluman, kemampuan jelajah, sistem sensor, jaringan elektronik dan  avionik tempur.  Pengetesan pertama di India dilakukan pada tahun 2014 dan diproyeksikan akan masuk ke jajaran AU India pada tahun 2022.

**. TAI TFX / F-X – Turki
TFX merupakan pesawatvtempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI). Masih belum di rilis data pengembangan TFX yang lebih jelas.

**. Mitsubishi ATD-X (Shinshin) – Jepang
Pengembangan produksi pesawat tempur generasi ke-5 di Jepang dilakukan oleh pihak Industri nasional Mitsubishi dengan sebutan ATD-X Shinshin. Juga menerapkan teknologi siluman yang sulit di deteksi oleh radar.  Penelitian dan pembengambangannya sendiri dilakukan oleh pihak Technical Research and Development Institute (TRDI) Kementrian Pertahanan Jepang. Mitsubishi Heavy Industries dipercaya sebagai kontraktor utama.

Pesawat KFX Produksi Korea Selatan
**. KAI KF-X –  Korea Selatan
Program KAI KF-X dikembangkan oleh Korea Selatan sebagai pesawat tempur Generasi kelima (G-4++) sebagai pesawat tempur multi-peran untuk keperluan Angkatan Udara Korea Selatan.  Dalam perjalanan pengembangannya, dilakukan kerja sama dengan pihak Indonesia yang juga memerlukan pesawat tempur baru untuk TNI Angkatan Udara.

KAI KF-X merupakan program kedua Korea Selatan setelah FA-50. Penjelasan teknis untuk pesawat ini masih belum diperoleh data yang pasti.

Tahun 2015 Korea Selatan berupaya meningkatkan kekuatan Angkatan Udaranya dengan mengakuisisi 40 unit pesawat tempur F-35. Hal tersebut juga sebagai upaya peningkatan kerja sama dengan Amerika Serikat untuk program alih teknologi guna mendukung program pengembangan Pesawat Tempur Generasi Lanjut atau Korean Fighter Experimental (KF-X), yang dijadwalkan dapat memperkuat Angkatan Udara Korea Selatan pada tahun 2026 mendatang.

Dengan sistem program offset dari pembelian F-35 tersebut pihak Korea Selatan berharap memperoleh setidaknya 21 teknologi dari Amerika Serikat (janes defense weekly - 8-11-2017).  Diantaranya; sistem avionik, sistem integrasi, material mutakhir, persenjataan.  Namun, apakah pihak Amerika Serikat mau begitu saja memberikan alih teknologi F-35 yang menyangkut active electronic scanned-array radar system, electro-optical targeting pods, infrared search-and-track system, dan radio frequency jammers. Kita tunggu saja perkembangannya, karena nantinya akan berpengaruh kepada pengembangan Pesawat Tempur Generasi kelima untuk TNI Angkatan Udara yang akan dibuat oleh PT. Dirgantara Indonesia, karena sudah memiliki kerja sama dengan pihak Korea Selatan.

**. Lockheed Martin F-35 Lightning II – Amerika Serikat
Lockheed F-35 Lightning II merupakan pesawat tempur generasi ke-5 yang dikembangkan oleh pihak Amerika Serikat, dengan tehnologi siluman/stealth dan sistem komputer moderen dengan pendekatan modular efisiensi anggaran. Pengembangan pesawat tempur ini ditujukan untuk serang darat, pengintaian, dan misi pertahanan udara dengan kemampuan teknologi siluman. Dikembangkan dalam tiga varian utama; F-35A merupakan varian tinggal ladas dan mendarat secara konvensional, varian F-35B untuk tinggal ladas di landasan pendek dan mendarat secara vertikal, dan varian F-35C dirancang untuk berpangkalan di kapal induk.

**. Sukhoi PAK FA (T-50) – Rusia
Pesawat tempur generasi ke-5 dari Rusia ini diproyeksikan untuk menggantikan pesawat tempur MiG-29 dan Su-27.  Sedang dibicarakan antara pihak Rusia dan India untuk mengembangkan pesawat serupa di India dengan basis Sukhoi/HAL FGFA.  Prototype T-50 melakukan penerbangan perdana pada  29 Januari 2010.

**. Chengdu J-20 (Black Eagle) – Cina
Pesawat tempur multi-peran dengan satu awak, bermesin ganda, J-20 "Black Eagle" diproduksi oleh Chengdu Aircraft Industry Group (CAIG) of China. Merupakan pesawat tempur generasi ke-5 yang dibuat untuk Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina. Pertama kali di terbangkan pada 11 Januari 2011. Diperkirakan akan mulai di operasikan pada tahun 2017–2019.

**. Lockheed Martin F-22 Raptor – Amerika Serikat
Bertempat duduk tunggal, bermesin ganda dengan teknologi siluman. Dirancang utamanya untuk pertempuran udara, tetapi memiliki kemampuan serang darat, peperangan elektronika, peran intelijen sinyal (ah/ab) | Foto: Istimewa

0 komentar: